Okeeeehh, kegalauan ini dimulai dari munculnya statement berbeda mengenai warna kebaya akad antara masukan dari si mamah dan mama camerku.
Mama camer dari awal sudah menyarankan untuk pilih warna selain putih, dan model yang tidak begitu rumit untuk kebaya akad, agar kebaya tsb bisa dipakai lagi untuk kondangan atau event spesial lain.
Mama camer dari awal sudah menyarankan untuk pilih warna selain putih, dan model yang tidak begitu rumit untuk kebaya akad, agar kebaya tsb bisa dipakai lagi untuk kondangan atau event spesial lain.
Si mamah berkomentar berbeda. Beliau keukeuh anak tunggalnya ini harus menikah dengan kebaya akad warna putih. Katanya, "aneh aja kalau akad pake kebaya warna warni". Mungkin maksudnya juga, putih kan melambangkan kesucian yaaah.
